Kehidupan kota Bergen, Norway
Monday, July 10th, 2006Lagi-lagi copy paste postinganku di milist beasiswa@yahoogroups.com
Halo semuanya..
Walaupun saya bukan mahasiswa di Bergen
Tapi setidaknya pernah merasakan ’sekolah’ di Bergen
selama seminggu, maksudnya training di sana.
Jadi ingin bagi info juga, soalnya bener-bener kaget ketika di sana..
karena apa?
Karena itu lho, harganya muahallll bangettttttttttt..
Beli Air Mineral 1.5 liter aja 25 Krone, atau sama dengan 35ribu..
di indonesia aja cuma 3500.. rata-rata makanan di sini 10 kali lipat dibandingkan di Indonesia.
Mau makan burgernya Mac D aja bisa 35 Krone euy.. 50ribu rupiah
Pizza, Kebab, dll paling murah ya 35 Krone itu yang aku tahu sekali makan 50ribu rupiah
Untung aja tempo hari bawa mie instan dari indonesia 11 bungkus..
jadi lumayan bisa menghemat.. kalau sarapan bisa di hotel dan makan siang di kantor
Dari Bandara naik taksi ke hotel di Brygge Bergen, di pusat kotanya yang terkenal dengan gedung warna-warni dari kayu yang
usianya dah ratusan tahun.. cuma kira-kira 20 menit, kena 350 Krone, kalau malam kena 450 Krone.. kaget banget euy
hampir 1 juta tuh. Tapi taksinya emang keren banget, Mercedes… (untung dibayarin kantor)
Emang kabarnya Norwegia salah satu negara mahal,
Bergen mahal banget, ternyata Oslo lebih mahal lagi, salah satu kota termahal di dunia
Dengan penghasilan utama dari Ikan Salmon dan Minyak Bumi..
Karena aku muslim, jadinya makannnya makan ikan aja..
khawatir kalau makanan lain terkontaminasi dengan babi..
Bergen seperti kota lainnya di Nowegia, banyak banget terowongan,
Katanya sih sejak mereka kenal dinamit mereka dah buat terowongan
Jalan-jalan yang nembus gunung banyak ditemukan.. luar biasa
Bergen merupakan kota hujan seperti bogor kali ya
dari satu tahun kabarnya 300 hari hujan melulu..
Seminggu di sana kami dikatakan the lucky guy,
karena 5 hari dapat matahari terus..
Warga Bergen dan turisnya rame-rame mandi sinar matahari
Emang kota ini kota yang indah dengan banyaknya bangunan bersejarahnya. Yang penuh dengan rumah warna warni, dari kayu dan batu
dengan umur ratusan tahun. Mereka bangga memeliharanya.
Kabarnya dulu tahun 1300-an kota Bergen direncanakan menjadi Ibu Kota Norway
Mungkin seperti Bandung yang direncanakan menjadi Ibu Kota juga.
Di sana jarang banget lihat polisi.. dalam seminggu paling beberapa kali aja lihat polisi, kabarnya sih kriminalnya sangat rendah, kalaupun ada biasanya dilakukan oleh imigran.
Emang beda, kalau kami naik taksi yang nyupirnya bukan orang asli, ngebut banget, dah kaya supir metromini aja
kalau yang nyupir orang asli biasanya nyantai..
Tapi supir di sana rata-rata dah keliling dunia
Penghasilan Warga Norway rata-rata per bulannya bisa 30juta (kata trainerku yang tinggal di Oslo).
Jadi wajar deh kalau kita orang Indonesia ke sana.. ngos-ngosan kantongnya. Tapi mereka ke Indonesia, bisa foya-foya tuh..
Oke deh selamat menikmati kota yang cantik, Bergen.. Apa lagi kalau lihat dari atas bukit ke Floyen..
banyak danaunya lagi
-Reza-