Archive for September, 2005

Just one step more

Monday, September 19th, 2005

Eventough I have been admitted for Master Program for Communication Electronic Engineering, and study in German just one step more, but Wallahu ‘ala kulli syaiin qodir. There is one big wall as barier my step. I can not go to study because I can not proove my financial requiremen and can not get sponsor.

Well, my be this is not a right time for me to study aboard. May be I still have to repair and upgrade my Ruhiah. Allah knows everything, Wallahu ‘alimun hakim.

Professor dari UKM Malaysia rata-rata masih muda euy

Sunday, September 11th, 2005
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Ketika ana mengikuti Mercator Summer School 2005, ternyata dari tanggal 4-8 September 2005
ada acara lain yaitu meeting tahunan GIM (German Indonesia Malaysia) yaitu antara FT UDE - FT UI - FT UKM.
dan dihari selasa tanggal 6 September dan kamis 8 September 2005 acara kami digabugn dengan acara mereka
yaitu seminar research yang isinya parade presentasi para prof dan dr dari pagi sampe sore.
Yang menjadi kesan ana adalah para professor dari UKM Malaysia, yang tampilannya seragam:
1. Masih muda, kemungkinan umurnya sekitar 40-an
2. Berjenggot panjang
sampe ana dan teman yang dosen Unhas dijadikon joke, kalau kami ke UKM langsung jadi profesor hehe.
Dibandingkan dengan professor UDE dan UI yang dah tua-tua, hampir beruban semua.
Di UI juga ana berjumpa dosen pembimbing di ITB, rupanya sedang s3 di UI dan seperti biasa penuh ide proyek-proyek.
Dosen pembimbing ana cerita bagaimana susahnya jadi professor di ITB
dan juga susahnya dapat kum.
Bahkan diceritakan olehnya pernah ada jurnal international kumnya dihargai jauh di bawah jurnal nasional
Btw, professor di ITB ada berapa orang sih?
di Elektro ITB ada dikit ya?
di Lab Telmat ada satu orang yang sudah usia lanjut, di Lab Radar sepetinya tidak ada tuh.
Ketika coffee break dengan pejabat dekat UKM,
rupanya di Malaysia banyak yang lebih suka melanjutkan kuliah di UK atau USA
alasannya sama sistem dengan kolonial mereka
oleh karena itu Government mereka saat ini sedang menganjurkan atau mengarahkan agar
melanjutkan kuliah di German, karena German sebagai pusat Teknologi.
Tapi ketika seminar berakhir UKM juga promosi ke kami siapa tahu berminat untuk kuliah di sana hehe
sambil bagiin pin, pena dan buku UKM.
Wallahua’lam bishowab

Teknologi dan Kebijakan Energi Di Jerman

Friday, September 2nd, 2005

Alhamdulillah

sejak hari selasa sampai hari ini ana diberikan kesempatan oleh Allah untuk menikmati Ilmu dari Prof Dr Ing I Erlich dan asistennya Dr Ing F Shewarega tentang kebijakan dan teknologi sumber Energi di Jerman. Keduanya dari Universitas Duisburg Essen.

Karena di dalam mercator summer school 2005 ini peserta untuk jurusan teknik elektro hanya 3 orang jadi kuliah berlangsung hanya berlima, 1 Prof, 1 Dr, 2 ST (tapi yang satu lagi orang jordang keturunan palestin) and 1 High School. Jadi seperti Privat aja Alhamdulilah.

Secara umum total kebutuhan energi di Jerman 60 GWatt atau 80 GWatt (ana lupa). duisburg sebagai kota ke 11 atau 12 terbesar di Jerman mengkonsumsi 500 MWatt.

Saat ini 30% kebutuhan energi di Jerman dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (Atom). dan sisanya sebagian besar dari Batubara dan Gas Alam. Gas Alam diimpor dari Russia dan negara2 tetangga. Sebagian kecil sekitar dibawah 10% dari renewable energi.

Saat ini Jerman tengah menerapkan pemakaian renewable energi, dengan target tahun 2020 jerman mendapatkan 20% dari kebutuhan energi dari renewable energi. bahkan para warga bisa ikut membangun sumber energi ini di daerah mereka dan mereka dibayar untuk itu.

Renewable energi ada 6 macam: Angin (wind), Matahari (solar), Air (Hydro), Biomass, Geothermal, dan Ocean

Saat ini di jerman yang paling diandalkan adalah tenaga angin (wind), tapi masing2 mereka mempunayi kebijakan dan teknologi masing2

O ya di jerman sistem pengaturan energi listrik, dengan sistem franchise, jadi dikerjakan oleh privat company under controlled by government, untuk kebijakan dan harga ditetapkan government. dan privat company ini bersifat lokal. jadi ada banyak privat company dibawah kontrol permerintah.

untuk tenaga angin, kincir angin yang biasa diinstall luar biasa. diameter swing/blade bisa menyapai 140m (dengan panjang blade kira2 70m), kincir angin seperti ini bisa menghasilkan 5MWatt. bahkan ruang turbinnya pun bisa sebesr rumah petak. Saat ini tenaga angin tersebut sedang diinstall besar2an di jerman. dan juga energi ini bebas polusi. akan tetapi walaupun banyak warga setuju dengan energi ini tapi mereka tidak mau jika diinstall di negara mereka karena suaranya yang bising dan juga shadow dari kipas yang bikin pusing. Akhirnya saat ini mulai diinstall di offshore.. karena anginnya yang lebih baik tidak seperti di darat di mana anginnya banyak berbenturan dengan benda2 di darat.

Kebijakan lain dari pemerintah untuk menggalakkan penggunaan energi angin ini yang menguntungkan adalah jika setiap orang yang punya lahan dan anginnya bagus dan mereka membangung kincir angin beserti turbin sehingga menghasilkan listrik dan kemudian disambungkan ke saluran distribusi utama, maka privat company atas kebijakan yang ditetapkan oleh government untuk membayarkan kepada pemilik kincir angin tersebut 90% dari harga konsumen. Sehingga hal ini membuat mereka bergairah untuk membangun pembangkit listri di sekitar rumah merka dengan kapasitas tidak besar (KWatt).

Untuk Solar energi, banyak sekali teknologi penggunaan energi ini. dari Sistem pemanasan air dalam tuba. sehingga tidak diperlukan lagi listrik untuk memanaskan air. Dan ada dua teknologi menarik untuk penggunaan panas matahri. yang pertam saluran air melewati kaca setengah tabung sehingga semua sinar matahari terpantulkan ke saluran air yang melwati kaca setengah tabung tersebut sehingga air/fluida tersebut menjadi panas. kemudian fluida tersebut dipakai untuk memanaskan air sehingga menjadi uap yang dipakai untuk menggerakkan turbin sehingga menghasilkan listrik. yang kedua adalah sistem towe, diman ada fluida ditampung diatas tower dan di sekitar tower ada banyak sekalai cermin yang semuanya memantulkan dengan fokus panas matahari ke fluida diatas tower tersebut sehingga fluida tersebut bisa mencapai 570 derajat C. fluida panas ini dipakai untuk memanaskan air sehingga menjadi uap yang dipakai untuk menggerakkan turbin

dan yang terakhir adalah photovoltaic (pv) diambil dari photon dan voltage. dibuat dari silikon. 1 sel menghasilkan 0.5 watt. satu panel solar bisa terdiri sampe 50 solar sel sehingga menhasilkan 25 watt dengan ukuran sebesar meja belajar. emang tidak begitu besar tapi kalau setiap atap rumah dipasang solar sell akan menghasilkan tenaga yang besar. bahkan jika seluruh permukaan bumi ini dipasang solar cell akan menghasilkan 15ribu kali kebutuhkan listrik di dunia (tapi gak mungking ya masang di seluruh permukanan bumi hehe)

nah karena instalasi solar sel ini mahal, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan bahwa jika energi yang dihasilkan dari perangkat solar cell dari rumah mereka disharing maka mereka akan dibayar dengan harga yang lebih tinggi daripada harga consumen (sebagai contoh jika pelanggan membayar 50 cent untuk tiap kilowatt, maka tiap kilowatt yang dihasilkan oleh solar cell dari rumah kita akan dibayar 80 cent) hal ini membuat semangat warga untuk menginstal solar sel karena mereka menganggap sebagai investasi. kebijakan lain adalah setiap bangunan baru harus menginstall solar cell.

Untuk hydro energi di jerman juga sangat luar biasa. Bayangkan di sebuah sungai kecil di Jerman , lebih kecil dari sungai rhein. dnegan panjang 200 km, tiap 20 km dipasang pembangkit listrik. jadi di sungai tersebut ada 10 pembangkit listrik. jadi bayangkan di indonsia yang sungainya buanyakkkk banget..Dan teknologi hydro juga ada banyak macamnya

Yah begitulah di negeri jerman. Kata sang prof, jika engkau ke jerman, akan ada hal yang dapat engkau ambil sebagai ilmu. karena jerman pusat teknologi. Prof juga mengatakn bagaimana bila kita mengetahui bagaimana cara berfikir orang jerman di bidang teknologi.

Yah, Alhamdulillah 3 hari yang menyenangkan dan penuh antusias.. kami bertiga bisa dibimbing langsung dengan merka yang biasa presentasi ke penjuru dunia.

Tapi mereka juga baru selesai uas di duisburg. jadi ke indonesia sekalian jalan2 tuh. besok 3 hari merka semua rombongan duisburg berangkat ke bali jalan2 euy. terus sekalian meeting double degree antara ui-ude (universitas duisburg essen). 3 tahun di ui 1 tahun di duisburg.

Sang prof pun antusias dengan kami, sehingga dia mengatakan, saya tidak tahu jadwal saya minggu depan, di jadwal saya isinya meeting semua tentang double degree. saya lebih senang berbicara dengan student. kamu bisa minta presentasi apa saja semua nya ada di komputes saya. hehe..

InsyaAllah ini sebagian dari pengalaman yang bisa disharing

Wallahua’lam bishowab
Reza