Archive for August, 2005

Makna Syahadatain (Makna La Ilaha Illa Allah)

Monday, August 29th, 2005

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

La ilaha illa Allah sering diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia sebagai Tiada Tuhan selain Allah. Padahal kata Tuhan berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya Raja dewa-dewa. Maha Suci Allah dari segala yang dijadikatan sekutu-Nya.

La dalam bahasa arab dalam huruf LamAlif memiliki makna penolakan. Ya, menolak semua kata yang ada setelahnya. Menolak dengan memerangi, menghancurkan, menolak, dsb.

Ilah memiliki arti yang sangat dalam dan perlu ada bahasan di lain kesempatan. Singkatnya Ilah adalah sesuatu yang kita sembah, berdoa, sesuatu yang menjadi tujuan kita (ghoyah, destination), sesuatu yang amat kita cintai dan rindui, sesuati yang membuat kita merasa tentram, aman dan merasa dilindungi. yang kita menolak semua Ilah-Ilah tersebut. Kaum musyrik Mekkah pada saat zaman Rasulullah saw bila ditanya siapa Rabb (dalam bahasa Indonesia Rabb seringkali diterjemahkan dengan Tuhan) kalian ? Rabb kami adalah Allah (Yang menciptakan langit dan bumi, memelihara dan memberikan rezeki) dan bila ditanya siapa Ilah kalian? eitt tunggu dulu, Ilah kami bukan Allah tapi Latta, Uzza, dsb semua berhala-berhala yang jumlahnya ratusan di sekeliling Mekkah. Ya yang mereka sembah, berhukum, berdoa adalah patung-patung tersebut yang mereka klaim sebagai anak-anak perempuan dari Allah. dan mereka menjadikan patung-patung tersebut sebagai sarana untuk menyembah Allah. Bahkan ada yang membuat patung dari roti, dan ketika lapar maka dimakanlah roti tersebut.
Banyak Ilah-ilah lain yang harus ditolak, diperangi, dihancurkan yang menjadi tujuan-tujuan kita seperti hawa nafsu terhadap duit, perut, sex, dsb. Yang merasa melindungi seperti jimat, senjata yang ada makhluk ghaib, dsb. Bahkan ideologi-ideologi yang bertentangan dengan Al Quran dan Sunnah.

Illa yang mengecualikan dari semua Ilah yang ditolak tersebut. Hanya satu pengecualian, tidak lebih.

Yaitu Allah yang hanya menjadi Ilah kita yang Kata-kata-Nya datang ke kita dalam bentuk Al Quran melalui Jibril ke Rasullah saw. Yang diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari Rasulullah saw.

Ya, oleh karena itu mengapa tidak Allahu Al Ilah (Allah adalah Ilah) akan tetapi La llaha Illa Allah (Tiada Ilah kecuali Allah).

Wallahua’lam bishowab

Urgensi Makna Syahadatain (introduction)

Monday, August 29th, 2005

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sebagai seorang muslim, sangat sangat sangat diperlukan sekali untuk mengetahui makna syahadatain. Kita sebagai seorang muslim sejak lahir, jarang yang mengerti makna syahadatain (dua kalimat syahadah), biasanya langsung ke sholat yang merupakan rukun Islam yang kedua.

Padahal sudah jelas bahwa rukun Islam yang pertama adalah Syahadatain. Laa ilaha illa Allah dan Muhammadun Rasulullah. Sebagai orang Indonesia, mungkin terkesan biasa saja untuk mengartikan Syahadatain ini. Tiada Tuhan selaih Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Just that. hanya itu..

Berbeda sekali dengan orang Arab di zaman Rasulillah saw ketika mendengar Syahadatain. Sampai-sampai ada yang langsung bilang celaka engkau Muhammad, seluruh jazirah Arab akan memerangi engkau. Karena begitu kagetnya ia dengan Syahadatain yang Rasulullah saw bawa.

Ya hanya dua kalimat tapi memiliki makna yang sangat sangat dalam. Syahadatain bisa merubah seorang budak hitam legam Bilal sehingga rela disiksa dan dijemur di padang pasir dengan telanjang dada dan ditimpa batu yang besar. Sanggup merubah Mush’ab bin Umair untuk meninggalkan semua kemewahan dan menjadi duta pertama Islam yang syahid dengan kedua tangan dan kepala terpenggal dan tak cukup kain kafan untuk menutupi tubuhnya. Bila ditarik ke muka, maka kaki terlihat dan jika ditarik ke kaki maka kepala terbuka.. dan masih banyak lagi perubahan-perubahan drastis sehingga menjadi generasi terbaik sepanjang masa yang baru sekali muncul sejak diciptakannya langit dan bumi.